Dreaming of things

17Dec/082

Unit Testing – Bagian I: Apa, mengapa?

Saat itu hujan rintik-rintik, halah seorang Interviewer bertanya pada saya, "Kamu tau Unit Testing?". Karena saya tidak ingin terlihat tidak tau sama sekali (padahal faktanya memang begitu), saya menjawab dengan sebuah pertanyaan, "Ngetes fungsional setiap bagian atau fitur dari aplikasi kan, Pak?". Beliau balik bertanya lagi, "Maksudmu, misalnya tes fungsional sebuah tombol dalam form dengan interaksi User?". Dengan percaya diri saya jawab "Iya, Pak. Setiap bagian fitur diuji oleh developer lalu diuji lagi pada saat UAT". "Oh bukan, bukan itu" kata beliau. Berhubung udah terlanjur (pengen) malu, saya balik tanya lagi "Trus, yang gimana dong, Pak?". Akhirnya beliau menjelaskan dalam beberapa kalimat singkat, apa itu Unit Testing ;D Semenjak saat itu, saya mulai mengimplementasikan unit testing pada proses software development sambil belajar sedikit demi sedikit.

Sebagian Software Engineer (maaf, saya lebih suka menggunakan istilah "Software Engineer" ketimbang "Developer" atau "Programmer" :) ) paham dengan baik apa itu Unit Testing, apa manfaatnya, dan bagaimana implementasinya. Sementara, sebagian yang lain tidak tau sama sekali dan bahkan baru pernah mendengar (yang terakhir ini mungkin cuma terjadi pada saya saat drama Interview yang saya ceritakan di atas ;P ).

Jadi...
Apa itu Unit Testing?