Entah ini saya sendiri, atau Anda juga begitu.. Setiap nemu uang di saku pakaian bersih (baru dicuci dan disetrika) kok rasanya seneeeng banget. Alhamdulillah dapet duit, gitu rasanya. Padahal ya emang uang sendiri yang lupa nggak dikeluarin waktu masukin pakaian ke cucian. Walaupun jumlahnya kadang nggak terlalu banyak juga, katakanlah goceng alias lima ribu.
Pada dasarnya manusia memang merasa senang memiliki atau mendapatkan sesuatu. Apalagi jika sesuatu tersebut dapat memenuhi kebutuhannya. Dan sebagai mahluk yang memiliki hawa nafsu, terkadang kita merasa kurang dengan apa yang kita miliki padahal sebenarnya segala sesuatunya sudah mencukupi kebutuhan kita.
Tapi hawa nafsu yang tak terkontrol tidak bisa dijadikan sebagai pembenaran atas rasa kurang pada apa yang kita miliki. Siapapun itu, baik dia adalah seorang miskin, atau seseorang yang terlilit hutang, APALAGI seseorang yang sudah tercukupi, seorang yang sudah kaya akan harta semisal seorang jaksa besar atau seorang wakil rakyat layaknya anggota DPR. Rasanya it doesn’t make any sense untuk seorang jaksa besar atau seorang anggota DPR dikatakan sebagai seseorang yang kekurangan harta benda. Seburuk-buruknya pun masih bisa dikatakan berkecukupan, dan faktanya mereka memang lebih dari cukup dengan apa yang mereka miliki. Saya pribadi, sulit menerima dengan akal saya bahwa sebagian dari mereka masih saja menerima suap, melakukan korupsi untuk memenuhi kerakusan mereka yang tidak lain adalah perwujudan hawa nafsu mereka. Tidak sadarkah mereka bahwa harta yang mereka dapatkan dengan cara arogan tersebut bukanlah hak mereka? Kurang apa lagi dengan harta yang telah mereka miliki? Tidak ingatkah mereka dengan JANJI suci atas amanat mulia itu?
Semoga Alloh memberi hidayahNya kepada mereka yang menghianati amanat mulia itu. Semoga para pemimpin, para wakil rakyat, para penegak hukum, dan siapapun itu yang mempraktekan suap dan korupsi segera kembali ke jalan yang lurus sehingga negeri kita ini menjadi bersih (mungkin ga ya?). Amiin.